Tentang 5000 Doktor Dalam Negeri

Pengertian Umum

Program Beasiswa Studi (BS) yang selanjutnya disebut Program Beasiswa 5000 Doktor adalah program pemberian beasiswa studi S-3 di Perguruan Tinggi DalamNegeri (PT-DN) kepada para dosen, PNS laboran dan pustakawan PTKIN, PNS tenaga kependidikan PTKIN,  serta pegawai negeri sipil yang bekerja pada program Pendidikan Islam pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI untuk ditingkatkan mutu, kapabilitas, dan profesionalitas mereka dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan.

Sasaran Program

  1. Dosen tetap (Pegawai Negeri Sipil/PNS maupun pegawai tetap yayasan) yang mengajar pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (negeri maupun swasta);
  2. DosenTetap (PNS atau pegawai tetap yayasan) pengampu mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) pada PTU (negeri maupun swasta);
  3. DosenTetap Bukan PNSpada PTKIN;
  4. PNS Tenaga Kependidikan pada PTKIN;
  5. PNS pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada Kementerian Agama Pusat.

Jenis Program

  1. Full scholarship (beasiswa penuh);
  2. Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP);

Jenis program yang pertama mencakup biaya penyelenggaran pendidikan dan bantuan untuk kebutuhan hidup mahasiswa. Biaya penyelenggaraan pendidikan antara lain meliputi pendaftaran dan seleksi, SPP, ujian-ujian, pengembangan dan penguatan akademik, dan pengelolaan. Bantuan ini diserahkan kepada perguruan tinggi penyelenggara. Bantuan untuk kebutuhan mahasiswa meliputi antara lain biaya hidup, bantuan domisili, buku dan sumber belajar, serta bantuan penelitian.

Jenis program yang kedua berupa bantuan langsung kepada mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi S-3 pada perguruan tinggi terakreditasi dalam negeri, tanpa terikat tempat studinya.

Perguruan Tinggi Mitra

Perguruan tinggi yang telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Agamatersebar di 36 penyelenggara program yaitu, UIN Sumatera Utara, UIN Ar Raniry Banda Aceh, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Sultan Thaha Jambi, UIN Raden Fattah Palembang, UIN Sulthan Syarif Kasim Riau, UIN Raden Intan Bandar Lampung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Institut Teknologi Bandung, UniversitasPendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Padjajaran Bandung, InstitutPertanian Bogor, UIN Walisongo Semarang, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret Solo, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,  Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Brawijaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Airlangga, Insititut Teknologi Sepuluh November Surabaya, UIN Alauddin Makassar, Universitas Negeri Makassar, Universitas Hasanuddin Makassar, UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Jember, Universitas Jember, dan IAIN Tulung Agung.